Gerah (Pentigraf)

Siang itu begitu terik, Bu Samsul dengan semangat menggelora menjemur senampan kerupuk di halaman depan. Dengan telaten dia memisah kerupuk agar tak bertumpuk terlalu banyak. Kerupuk itu rencana akan digoreng besok pagi untuk acara arisan besok malam di rumahnya. Setelah dirasa pencahayaan matahari yang mengenai kerupuk bagus, Bu Samsul masuk ke dalam rumah untuk shalat zuhur. 


Pak Samsul yang baru pulang dari shalat berjamaah di masjid tidak menyadari ada kerupuk yang dijemur di nampan karena terhalang pot bunga dari tempat ia berdiri. Merasa udara siang itu begitu panas, tanpa berganti pakaian terlebih dahulu, pak Samsul menyalakan kran air dan menyiram seluruh halaman dengan selang air sambil bersenandung riang. Dia sangat menikmati aroma tanah yang begitu menenangkan saat bersentuhan dengan air, "Hmmm... Segar."


Bu Samsul yang melihat kejadian itu kaget tapi hanya diam tanpa berkomentar. Dia lalu masuk ke dalam rumah dengan wajah cemberut setelah tahu kerupuk yang dijemurnya tergenang air. Pak Samsul dengan santai bertanya kepada Bu Samsul tentang apa yang terjadi sambil memegang korek untuk menyalakan rokok. Betapa kagetnya dia setelah tahu sebungkus rokok itu basah. Dia lalu bertanya kenapa bisa basah. Bu Samsul menjawab santai, "Siang ini panas banget, makanya aku nyiram halaman sak rokoknya biar gak gerah."

Komentar