Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

Lelaki Pengayuh Sepeda

Khairul turun dari sepeda angin tua. Dengan kaki pincangnya, ia bergegas menuju sebuah kelas yang terdengar sangat riuh. Rupanya kelas belum dimulai. Beberapa murid berlarian, bercanda atau hanya berbincang santai. Guru mereka belum tampak hadir di kelas karena jam belum menyentuh angka tujuh.  Khairul melongok ke dalam kelas. Ia mencari sosok manis berambut panjang sepinggang.  "Sih... Darsih," panggilnya saat melihat seorang gadis duduk di deretan bangku tengah. Ia lalu mengacungkan payung yang ia bawa.  Gadis berusia sembilan tahun itupun bangkit dari kursinya, menghampiri lelaki yang tampak lebih tua dari usia sebenarnya.  "Ngapain sih ke sini?" Wajah gadis itu cemberut, tanda tak suka. "Cuma mau nganterin payung. Tadi kamu lupa gak bawa," lelaki itu tersenyum melihat anak gadisnya yang tumbuh cantik seperti sang istri.  Darsih menyentak payung yang dipegang Khairul lalu segera pergi, kembali ke tempat duduknya semula. Lelaki dengan kaki panjang sebela...

Memilih Bahagia (Bagian 16)

Zidan mengerutkan keningnya saat ia menerima kiriman beberapa foto di gawainya. Tak terasa tangan kanannya mengepal kuat, membuat jari-jemarinya memutih. Pesan dari anak buahnya yang mengikuti Nelly dan Hendra membuat ia benar-benar kesal.  "Oh jadi mereka balikan?" Zidan melempar gawainya ke atas meja, "oke, mari kita lihat berapa lama kali ini kalian akan bersama." Kemarahan terlihat jelas di wajah Zidan saat ini.  Keesokan harinya, Fina, sekretaris Zidan menghubungi Nelly untuk urusan bisnis. Perusahaan Zidan, Gemilang Group yang mulai merangkak naik di bidang ekspedisi dan retail akan membuka lima cabang baru di kota yang berbeda. Acara makan bersama rekan-rekan bisnis akan diadakan di villa area kebun kopi milik keluarga Zidan. Tentu saja, catering Nelly lah yang ia pilih untuk acara istimewa ini.  "Jadi untuk menu dan sebagainya nanti pak Zidan sendiri yang akan menyampaikan ke bu Nelly," kata Fina di ujung telepon.  "Oh begitu." Nelly hera...