Lelaki Pengayuh Sepeda
Khairul turun dari sepeda angin tua. Dengan kaki pincangnya, ia bergegas menuju sebuah kelas yang terdengar sangat riuh. Rupanya kelas belum dimulai. Beberapa murid berlarian, bercanda atau hanya berbincang santai. Guru mereka belum tampak hadir di kelas karena jam belum menyentuh angka tujuh. Khairul melongok ke dalam kelas. Ia mencari sosok manis berambut panjang sepinggang. "Sih... Darsih," panggilnya saat melihat seorang gadis duduk di deretan bangku tengah. Ia lalu mengacungkan payung yang ia bawa. Gadis berusia sembilan tahun itupun bangkit dari kursinya, menghampiri lelaki yang tampak lebih tua dari usia sebenarnya. "Ngapain sih ke sini?" Wajah gadis itu cemberut, tanda tak suka. "Cuma mau nganterin payung. Tadi kamu lupa gak bawa," lelaki itu tersenyum melihat anak gadisnya yang tumbuh cantik seperti sang istri. Darsih menyentak payung yang dipegang Khairul lalu segera pergi, kembali ke tempat duduknya semula. Lelaki dengan kaki panjang sebela...