Bintang (Bagian I)
Malam minggu ini aku memilih tak pulang karena ada janji nonton dengan gebetan baru, Dinda namanya. Dia teman beda jurusan tapi satu fakultas denganku di FKIP. Aku mengenalnya di kuliah umum dan kami berada di kelompok yang sama. Dari sanalah aku tahu dia anak yang sangat rajin dan bertanggung jawab. Selain itu, kulit nya yang sawo matang dan tahi lalat di sudut kanan atas bibirnya semakin mempermanis wajahnya, membuatku ingin lebih mengenalnya. Selepas magrib, hujan reda. Bergegas ku rapikan rambut dengan pomade, menyemprotkan Bvlgari, memakai Casio di pergelangan tangan kiri, merapikan krah Lacoste dan merapatkan resleting jaket Eiger. Ku cek sekali lagi kumis dan jenggot ku, sudah bersih. Kulit pun lembab dengan Dear Klairs. Fix, aku cakep. Tutwit... Gawaiku berbunyi. "Bin, sudah berangkat? Hujan disini sudah reda." Pesan teks dari Dinda. Segera ku jawab, "Meluncur... " Disertai emoji senyum. Ku berkaca sekali lagi untuk memastikan penampilan ku karena i...