Memilih Bahagia (Bagian 15)
Bulan sabit dan gugusan bintang menghiasi langit setelah sempat tertutup mendung dan gerimis magrib tadi. Lima menit sudah Hendra dan Nelly berbincang sambil menunggu jagung bakar yang mereka pesan. Hawa dingin daerah pegunungan membuat Nelly semakin merapatkan jaketnya. Sesekali ia meniup dan menggosok telapak tangannya agar lebih hangat. "Mungkin karena habis hujan ya, jadi tambah dingin." Hendra memperhatikan Nelly yang kedinginan. "Mungkin." Nelly tersenyum. "Alhamdulillah, akhirnya," Hendra tersenyum lebar saat jagung bakar sudah tersedia di meja kayu di hadapannya. Ia mengambil piring yang berisi lima jagung bakar itu lalu duduk mendekati Nelly. Di bangku kayu panjang itu hanya ada mereka berdua. Sedangkan beberapa bangku panjang yang lain telah diisi oleh beberapa orang yang beramai-ramai duduk menikmati jagung bakar bersama. Dari kedai jagung ini, pemandangan kota dengan lampu-lampu yang berkilauan tampak memanjakan mata. Jagung bakar dan kop...