Memilih Bahagia (Bagian 19)
Sinar matahari menelusup dari sela-sela tirai jendela yang tertiup angin sore. Erma sudah bangun dari tidur siangnya yang entah sudah berapa lama. Tubuhnya terasa sangat lelah. Semalam setelah pemakaman, Erma tak tidur, begitu juga ibu dan bibinya. Mereka bercengkrama di ruang keluarga setelah semua orang pulang. Tiga perempuan itu terkenang semua kisah tentang sang kepala keluarga. Sang bibi yang sudah delapan tahun tinggal bersama keluarga Erma masih tak percaya dengan kepergian sang kakak yang tiba-tiba. Baginya, Wahyu bukan hanya sosok kakak yang peduli dan sayang pada adiknya tapi dia juga bagaikan sosok ayah yang begitu perhatian. Bibi Erma bercerai delapan tahun lalu, kemudian orang tua Erma mengajaknya untuk tinggal bersama mereka agar ia tak kesepian. Belum hadirnya keturunan dalam pernikahan, membuat suami sang bibi berselingkuh dan menikahi wanita lain yang telah mengandung anaknya. Perceraian tak dapat dihindarkan. Bibi Erma memilih berpisah mesk...