Jam Sibuk

 Alarm ayam di kamar mengagetkan ku. Aku bangun tergesa, ternyata sudah pukul enam. Itu artinya alarm pertama jam lima tadi tak terasa ku matikan begitu saja dan melewatkan subuh dengan penuh sesal. Aku bergegas mandi, berseragam rapi dan melewatkan sarapan lagi untuk kesekian kali. Panggilan ibu dengan nada tujuh oktaf untuk makan serasa hanya kereta api lewat, ku abaikan begitu saja sambil berlari ke luar gang, mencari bis atau angkot yang lewat di jam sibuk seperti ini. 


Benar saja, sudah lima belas menit aku menunggu, tak ada satupun bis yang lewat. Angkot pun selalu penuh penumpang ditemani gerombolan kambing. Iya, hari ini selasa. Pasar hewan di kotaku adalah selasa dan itu artinya kami para murid yang mepet berangkat sekolah harus berjejal dengan para pedagang kambing dan hewan dagangan mereka.


Jam tujuh kurang lima menit, aku sampai di sekolah. Detak jantung yang sedari tadi berirama cepat menunggu angkot yang tak kunjung ku dapatkan serasa semakin berpacu tak beraturan. Gerbang sekolah ditutup! Dengan nafas terengah, aku menemui satpam. "Pak San, pliiiisss... Tolong bukain pintunya ya, Pak. Ini kan belum jam tujuh. Jam pertama saya matematika, takut dihukum. Pliiisss ya." 


"Loh, sekolah kan libur, Neng. Hari ini guru-guru pada rapat. Gak baca pengumuman di WA tah?"  Pak San menjelaskan dengan santai sambil memperbaiki topinya. 


Ya Gusti, paketanku kan habis, jadi mana ku tahu tentang pengumuman itu. Dengan langkah pelan, tas ku geret dengan malas menuju warung Bu Kirun di seberang sekolah. Aku pesan sepiring nasi pecel ditambah telur bumbu Bali, segelas teh hangat dan tiga buah pisang goreng. Ahhh... alhamdulillah, aku kenyang.


Ku rogoh saku rok abu-abu ku untuk membayar sebelas ribu, tapi tak ku temukan. Ku cari dompet di dalam tas ku, hingga ku keluarkan semua isi tas, nihil. Bahkan koin lima ratus rupiah pun tak ada disana. Gemetar, bingung, itu artinya aku hanya membawa uang tiga ribu untuk angkot tadi. Bu Kirun, bagaimana aku akan membayarnya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan Jingga