Wajah

Pagi tadi saya mengajar kelas delapan putri. Beberapa menit sebelum bel pergantian jam berdering, salah seorang murid nyeletuk. 


"Miss, sudah hampir dua tahun diajar tapi saya gak tau wajah miss seperti apa. Buka sebentar donk miss masker nya. Bentaaaar aja. Apalagi kami kan pake masker, jadi aman," katanya sambil tersenyum menautkan kedua tangannya. 


"Iya miss, ini sekelas gak ada yang tau wajah miss, ihihihi... " kata yang lain menimpali. 


Saya cuma tersenyum dari balik masker double yang saya pakai. 


"Biarlah mbak, gapapa... Yang penting tiap rabu ketemu pelajaran saya, denger suara saya."


"Atau gini aja dah miss, lihat foto miss di HP aja dah, pingin tau, ehehehe.." Anak lain memberi ide. 


Lah jujur saja, saya gak punya foto saya di HP. Saya gak suka selfie, adanya cuma foto anak-anak dan suami saja. Maklum, saya suka diam-diam foto suami. Di mata saya, dia masih cakep seperti waktu zaman sekolah dulu, ahahaha. 


"Yah, bhurung lah paggun se tak taoh ka wajahnya miss."


"Beee... Engkok pernah tao ka wajahnya miss. Biasanya miss kan jarang makan di kantor, waktu itu miss makan pas saya lewat, pas sepi itu," anak lain berbicara dengan keras. 


Lanjut deh diikuti teman lain yang tanya ke dia, wajah miss bagaimana dengan berbisik. 


Feeling nih saya, feeling. Gak mungkin mereka bilang saya cantik, paling bilang kalau saya kok masih muda, ahahaha. Menolak kerutan.


Dan tentang makan di kantor, hmmm... Mereka belum tau aja kalau saya sukanya makan sembunyi di pojokan karena porsinya jumbo, ihihihi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan Jingga