Gelang Kaki (Pentigraf)
Malam itu sosok perempuan berambut pendek dan berwajah pucat itu kembali hadir di mimpi Nadin. Entah sudah berapa malam dia mengalami mimpi serupa. Perempuan itu seolah ingin menyampaikan pesan namun dia tak mampu berbicara, dia hanya menangis tersedu-sedu. Kali ini Nadin tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dia bertanya pada sosok itu tentang maksud kedatangannya di mimpi Nadin hampir setiap malam. "Kembalikan gelang kaki yang kamu pakai. Itu terjatuh di pinggir danau tepat di malam aku dibunuh disana." Perempuan itu menjawab singkat lalu pergi perlahan bersama desiran angin. Nadin terjaga dari tidurnya.
Bergegas ia mengambil gawai lalu mencari kasus pembunuhan di dekat danau di kota yang baru saja ia tinggali itu karena mutasi dari atasan. Berhasil! Kasus pembunuhan mahasiswi dengan motif cemburu oleh selingkuhan kekasihnya terjadi satu tahun yang lalu disana.
Keesokan harinya, Nadin mendatangi rumah perempuan malang itu setelah mencari tahu dimana alamatnya. Dia menyerahkan gelang kaki emas lima gram dengan hiasan tiga mutiara kepada ibu korban. Ibu perempuan yang diketahui bernama Kana itu menangis, dia kembali mengingat puteri kesayangannya. Nadin turut sedih. Dia merelakan gelang kaki itu meski dia bersusah payah membelinya dengan menghabiskan gaji sebulan. Mungkin saja saat itu ada seseorang yang menemukan gelang kaki itu lalu menjualnya ke toko emas dan Nadin membelinya. Sungguh gelang kaki itu punya cerita yang panjang.
Bondowoso, 18 November 2021
#TantanganMenulis30Hari
#HariKesebelas
Semangat berkarya Miss Ella Baik
BalasHapus