Mantan (Pentigraf)
Ruri menerima sepucuk undangan pernikahan berwarna biru langit dengan aroma bunga. Undangan itu dari Jack, mantan kekasih yang telah meninggalkannya karena berselingkuh dengan Tea, calon istrinya kini. Bukannya sebal, Ruri malah berjingkrak riang luar biasa. Dia ingin hadir dan menunjukkan penampilannya kini yang jauh lebih cantik setelah ditinggalkan Jack. Ruri mempersiapkan banyak hal agar tampil memukau di acara resepsi itu. Dia sempatkan membeli gaun baru, sepatu baru yang senada dengan warna tas pesta dan tentu saja perawatan ke salon kecantikan untuk spa dan laser.
Tibalah hari yang dinanti. Acara resepsi di rumah sang mantan diadakan sore hari namun hujan sejak pagi belum juga reda. Ruri tak patah semangat. Dia masukkan tas pesta, berbagai aksesoris termasuk make up untuk touch up ke dalam jok motornya, khawatir jas hujan menipiskan riasannya yang tampak wow. Ruri memacu Honda New Lead 125 dengan kecepatan sedang dan menerobos hujan.
Ruri berhenti di masjid yang terletak hanya dua puluh meter dari acara pesta. Disana hujan tak lagi menjelma, hanya bulir halus gerimis yang tersisa. Ruri mulai mengeluarkan semua peralatan perang yang dibawanya di dalam jok. Dia periksa ulang riasannya, menyemprotkan Giordani yang beraroma khas perempuan berkelas dan menenteng tas pesta mewah. Semua akan tampak sempurna seandainya dia tak melupakan sepasang sepatu pestanya yang dia masukkan ke dalam kresek dan dia tinggalkan begitu saja di teras depan rumahnya.
Bondowoso, 22 November 2021
#TantangaMenulis30Hari
#HariKelimabelas
Komentar
Posting Komentar