Ojek Online (Pentigraf)

Minggu sore yang mendung, Vita menerima notifikasi di gawainya. Ada seorang perempuan yang membutuhkan ojek online. Vita segera merespon untuk menjemputnya. Biarlah meski nanti pada akhirnya gerimis atau hujan deras datang, dia sudah menyiapkan mantel yang bisa dia pakai untuknya dan sang penumpang. 


Vita menjemput perempuan cantik berkulit kuning langsat itu dari sebuah salon kecantikan. Alisnya yang diberi warna cokelat muda, lipstik merah hati dan bulu mata lentik menambah pesona kecantikan yang ia miliki. "Mbak, jangan ngebut ya. Ini pertama kalinya aku naik ojol lho," Katanya sambil tersenyum ramah hingga mengagetkan Vita yang sibuk mengagumi kecantikannya. Sambil memacu beat dengan kecepatan sedang, Vita bergumam di dalam hati, siapakah laki-laki yang begitu beruntung akan mendapatkan perempuan ini. Perlahan menerobos dinginnya suasana menjelang hujan, Vita menuju play ground yang jaraknya sekitar lima kilometer dari salon itu. 


Sesampainya di tempat tujuan, perempuan itu mengucapkan terima kasih dan memberi tip untuk Vita yang jumlahnya lebih dari harga secangkir Dalgona di cafe favoritnya. Belum selesai Vita bersyukur dan menunjukkan deretan giginya ketika tersenyum, tiba-tiba saja seorang balita tampan berlari ke arah perempuan yang dipanggilnya mama itu dan diikuti seorang laki-laki yang pernah menjadi raja di hati Vita selama beberapa tahun sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan Vita karena berhasil memikat perempuan cantik anak bos di tempatnya bekerja. Desta, tak pernah Vita melupakan nama itu dan luka yang pernah ditorehkan dalam hatinya itu. 


Daerah industri kuningan Bondowoso, 24 November 2021


#TantanganMenulis30Hari

#HariKetujuhbelas

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan Jingga