Panci
Bu de Risma adalah orang yang baik. Di usianya yang sudah menginjak tujuh puluh satu tahun, dia masih sehat dan sangat energik. Hampir setiap ada acara di tetangga sekitar, bu de Risma selalu membantu.
Setiap hari bu de Risma datang ke rumahku karena rumah kami dekat, hanya tiga ratus meter. Dia sering menemaniku memasak di dapur setiap pagi sebelum aku dan suami berangkat bekerja. Maklum, dia tinggal seorang diri. Suaminya sudah lama meninggal dan kedua anaknya tinggal di luar kota bersama suami dan anak-anak mereka. Mungkin karena kesepian dan ingin mengisi kesibukan, bu de Risma selalu menyempatkan diri membantuku.
Pagi tadi bu de Risma meneleponku yang sudah berada di kantor.
"Nes, bu de pinjam pancimu yang gede itu ya, mau rewang di rumah Bu Nasrul untuk acara arisan nanti malam."
"Panci yang mana, Bu De?"kataku penasaran karena ada beberapa panci yang memang tidak biasa aku pinjamkan ke orang lain.
"Panci yang tebel tapi mereknya gak terkenal itu loh, gak ada iklannya di TV. Panci WMF ini tulisannya."
Waduh, aku bingung harus beralasan apa untuk tidak meminjamkan. Itu adalah panci kesayangan, hadiah ulang tahun dari suami yang ketika beli dia sempat kaget karena harganya sama dengan satu gram emas.
Bondowoso, 15 November 2021
#TantanganMenulis30Hari
#Harikedelapan
Keterangan:
Bu de adalah kakak perempuan dari ayah atau ibu.
Komentar
Posting Komentar