Rona Senja (Pentigraf)

Senja telah datang bersama rona jingganya. Derasnya hujan siang tadi hanya menyisakan genangan namun serasa tak ada jejak kedatangannya di langit sore. Senja ini benar-benar cerah, secerah wajah Annisa yang tak bosan menunggu Farhan, kekasihnya yang telah mengisi hari-harinya selama dua tahun ini. Sudah dua puluh menit berlalu dari jam pulang. Teman-teman kantor Annisa sudah banyak yang meninggalkan kantor, hanya tersisa beberapa orang yang masih sibuk dengan pekerjaan yang belum terselesaikan. 


Iphone Annisa berdering. Farhan memberi kabar bahwa dia tak bisa menjemput karena ada rapat mendadak di organisasinya. Annisa memakluminya tapi terkadang di dalam hatinya ada rasa khawatir, kapan Farhan akan fokus menyelesaikan skripsi yang telah tertunda selama satu tahun karena dia terlalu sibuk di organisasi. Annisa dan Farhan sebenarnya adalah teman sekelas di jurusan Hubungan Internasional tapi hati Farhan yang terlalu mementingkan organisasi membuatnya tak bisa menyelesaikan skripsi dengan cepat sedangkan Annisa yang lulus lebih awal telah bekerja di sebuah kantor swasta bergengsi.


"Hei, kok belum pulang, Nis? Yuk pulang bareng. Rumah kita kan searah," Tio membuyarkan lamunan Annisa. Laki-laki berkacamata bingkai hitam dengan kulit kuning langsat dan tubuh tegap yang sempat menyatakan rasa sukanya kepada Annisa itu kembali mengajak Annisa pulang bersama hari ini. Dia selalu begitu setiap kali dia melihat Annisa menunggu Farhan yang tak segera datang, seolah dia memang sengaja tak pulang dan melihat Annisa dari kejauhan. Perhatian laki-laki ini membuat Annisa menjadi goyah setiap senja datang tanpa kehadiran Farhan.


Bondowoso, 19 November 2021


#TantanganMenulis30Hari

#HariKeduabelas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan Jingga