Tangisan Malam (Pentigraf)

Jam sembilan malam ketiga anakku sudah tertidur pulas. Dengan penuh semangat aku mempersiapkan agenda yang sudah aku rencanakan sejak pagi. Aku siapkan tripod, gawai dengan baterai delapan puluh persen, tujuh siung bawang merah dan bawang putih, talenan, pisau yang sudah diasah, wadah serta sekotak tisu. Bawang-bawang ini memang biasa aku iris di malam sebelum tidur agar keesokan harinya tidak terburu-buru saat memasak. 


Aku letakkan semuanya di ruang tengah. Dengan membaca basmalah, aku nyalakan gawai yang telah kuatur posisi horizontal di tripod. Drama Korea yang aku tunggu tayang tepat di pukul sembilan tiga puluh malam ini di chanel Telegram favoritku lengkap dengan terjemahan bahasa Indonesia yang begitu apik. Aku terhanyut dalam cerita yang begitu menarik hingga terbawa emosi dan menangis tersedu. 


Suami mendatangiku dan bertanya ada apa. Aku hanya menjawab, "Kualitas bawangnya bagus." Sambil menunjukkan satu wadah bawang yang telah kuiris halus.


Bondowoso, 9 November 2021


#TantanganMenulis

#HariKedua

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan Jingga