Tetangga Ih Tetangga (Pentigraf)
Siang terik hari ini terasa begitu menyejukkan bagi Bu Narto. Betapa tidak, saat dia sedang menikmati angin sepoi-sepoi di teras rumahnya yang berhadapan dengan sawah, tiba-tiba saja sebuah mobil bak terbuka masuk ke halaman rumahnya. Sang sopir turun dari kendaraannya dan hanya memastikan apa benar itu rumah pak Narto. Bu Narto mengangguk. Lalu dalam sekejap, dua orang laki-laki yang duduk di bagian belakang mobil menurunkan sebuah spring bed dan dimasukkan ke dalam rumah bu Narto. Bu Narto begitu kaget namun sangat bahagia.
Tak perlu menunggu lama, bu Narto langsung menelepon pak Narto yang sedang dinas di luar kota selama seminggu. Dia ingin mengucapkan terima kasih kepada suaminya yang telah mengirim kejutan di hari ulang tahunnya. Bu Narto berpikir betapa romantisnya pak Narto mengalahkan oppa di drama Korea. Tapi entah kenapa telepon tak diangkat juga oleh pak Narto meski sudah tiga kali panggilan. Bu Narto lalu berhenti menelepon dan fokus membuka market place di gawainya dan berniat membeli sprei indah yang cocok untuk spring bed barunya.
Setelah bu Narto menyelesaikan pembayaran sprei via mobile banking, tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu rumahnya. Tamu itu adalah sopir yang tadi mengantar barang. Dia meminta maaf kepada bu Narto dan berniat mengambil kembali spring bed yang tadi diantar. Spring bed itu adalah milik pak Nartono yang rumahnya masuk gang di sebelah rumah bu Narto. Bu Narto akhirnya sadar, itu bukan nama suaminya, Sunarto.
#TantanganMenulis30Hari
#HariKeempat
Komentar
Posting Komentar