Untuk Guruku
Hari itu cuaca begitu cerah hingga bisa mengeringkan jemuran hanya dalam waktu tiga jam. Mr. Agus tetap menjalankan hukuman sesuai kesepakatan awal, belajar Bahasa Inggris di tengah lapangan. Danu, Farel dan Hilman sudah meminta maaf dan berjanji tak akan mengulang kesalahan yang sama. Janji memang selalu terasa manis. Tugas yang semestinya dikumpulkan dua minggu sebelumnya, belum ada niatan untuk mereka selesaikan.
"Kalian mau pakai alasan apa lagi sekarang?" Mr. Agus bertanya kepada ketiga muridnya di tengah lapangan.
"Anu..., Sir. Lupa," Jawab Danu sambil cengengesan.
"Kan saya sudah bilang. Meski bukan bahasa sehari-hari, Bahasa Inggris itu penting. Setidaknya kamu bisa bahasa Inggris untuk tanya alamat Old Trafford Stasiun biar gak kesasar. Masa nonton bola cuma di TV aja," Kata Mr. Agus sambil menggeleng-gelengkan kepalanya setelah melihat lembar kerja siswa ketiga muridnya yang masih kosong.
Tak ada yang tahu, perkataan singkat itu melekat kuat dalam ingatan Danu. Serasa ada pemicu yang luar biasa dahsyat dalam dirinya untuk berkunjung ke stadium sepak bola klub kesayangannya itu.
Delapan tahun berlalu, Danu bertepuk tangan begitu semangat menyaksikan Manchester United yang sedang berlaga di Old Trafford Stadium. Dia tampak bahagia karena bisa mengajak Mr. Agus pergi bersamanya.
Bondowoso, 25 November 2021
#TantanganMenulis30Hari
#HariKedelapanbelas
Komentar
Posting Komentar