Bukan Aku

Tiga puluh menit berlalu dari jam pulang sekolah, hujan belum juga reda. Aku menunggu mas Reza yang masih saja berdiskusi tugas kelompok bersama teman-temannya. Membuka media sosial sambil makan sebungkus keripik di depan kelas seorang diri lama-kelamaan membuatku bosan. Kantuk mulai menghampiri. 


"Yas, kok belum pulang?" Suara lembut itu mengagetkanku. Senyumnya yang manis dengan mata sipit dan alis tebal mirip artis Korea itu selalu menarik perhatian banyak gadis di sekolahku. Roy, teman sekelas yang selalu aku perhatikan dari bangku tempatku duduk. Aku mengaguminya dalam diam tanpa bisa menunjukkan dengan jelas seperti kebanyakan gadis yang sering memberinya cokelat di hari Valentine atau sekedar memberinya semangat saat dia bertanding basket. Aku terlalu pengecut untuk mengakui kekagumanku, kebahagiaanku saat memandang fotonya yang aku ambil diam-diam di dalam kelas lalu kutempel di buku harianku. 


"Mm... Aku nunggu mas Reza," Jawabku sambil tertunduk. Aku tak sanggup menatap pesona wajahnya dari dekat apalagi hanya berdua di depan kelas. 


Roy malah semakin mendekat. Dia duduk di sampingku, menemaniku berbincang santai. Lima belas menit berdua bersamanya sungguh membuat jantungku berdetak sangat kencang. Nafasku tak teratur. Aku sangat bahagia hingga rasa kesal muncul saat mas Reza datang menjemput.


Hari-hari berikutnya, Roy semakin sering mengajakku berbicara di kelas atau sekedar bertanya tugas. Kami yang semakin dekat membuatku bernyali lebih untuk menunjukkan rasa sukaku padanya. Ditambah lagi hari ini, dia bertanya nomor mas Reza yang katanya ingin dia ajak bermain basket bersama. Rasanya, dia ingin semakin mengenal kakak kandungku itu.


Dua minggu berlalu, mas Reza semakin sering pergi bersama Roy. Roy juga tak jarang datang ke rumah menjemput mas Reza untuk bermain basket atau futsal. Mereka terlihat begitu akrab dan aku semakin bahagia. Hingga datang suatu peristiwa yang tak pernah terlintas dalam benakku. 


Mas Reza mendatangiku yang sedang santai membaca novel. 

"Tyas, Roy temanmu itu gimana sih? Dia bilang suka sama aku sore tadi. Aku gak nyangka dia penyuka sesama lelaki!" Kalimat singkat itu sungguh melukai hati, menghancurkan semua debar kekaguman yang ada selama ini. Ternyata bukan aku yang Roy tuju. 


Bondowoso, 4 Desember 2021


#TantanganMenulis30hari

#HariKeduapuluhtujuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan Jingga