Bule Hongkong

Sudah lebih dari lima menit angkot yang ditunggu Rena tak juga lewat. Ia lalu berjalan kaki santai. Sesekali ia menoleh  berharap mobil berplat kuning itu melintas. Cukup jauh dia melangkah dari tempat les bahasa Inggris tapi kendaraan umum yang diharapkan belum juga muncul. 


Lelah berjalan, warung degan ijo di pinggir jalan membuatnya tertarik untuk mampir dan melepas dahaga. Tak disangka, ada seorang bule yang sedang duduk di sana. 


Setelah memesan segelas es degan, dengan penuh semangat ia menerapkan ilmu bahasa Inggris yang baru saja ia terima. Ia menyapa sang bule dengan ramah. 


"Hello, Sir. Good afternoon (Hello, Pak. Selamat sore)." Sapa Rena penuh percaya diri dengan logat bahasa Inggris Madura. 


"Oh, hi, good afternoon! (Hai, selamat sore!)" Sang bule membalas dan tersenyum ramah. 


"Mm...you like coconut young or gorengan? It is delicious (Apakah kamu menyukai degan dan gorengan?)" Rena memperpanjang obrolan sambil membuka kamus di gawainya. Dia tetap antusias meski grammar yang dipakai tak sesuai rumus yang diajarkan gurunya di tempat les. 


"Yes, of course. I do love them (Ya, tentu saja. Saya sangat menyukainya)," Sang bule merespon baik gadis remaja berusia empat belas tahun itu. 


"Where country you from? (Dari mana kamu berasal?)" Tanya Rena penasaran. 


"I come from Spain (saya dari Spanyol)." Jawab bule tampan berkaos oblong itu. 


"Honey, tolong bhelik hongkong manabi ampon gering gih. Kule gi' rakora (sayang, tolong balik ote-ote nya kalau sudah garing ya. Saya masih mencuci piring)." Suara perempuan penjual degan terdengar cukup keras dari balik dinding warung yang terbuat dari anyaman bambu itu. 


"Engghi, Honey. Panika kule gi' mamareh arengkes gelas (Iya, Sayang. Ini saya masih merapikan letak gelas)" Sang bule dengan fasihnya menjawab dalam bahasa Madura. 


Mata Rena terbelalak, seketika juga tenggorakannya terasa kering. Segera ia habiskan  es degan pesanannya dan membayar dengan uang lima ribu rupiah. "Mator sakalangkong," Kata Rena pada sang bule lalu ia segera berlari menjauh, menunggu angkot di tempat yang dipenuhi pribumi. 


Bondowoso, 18 Desember 2021


Keterangan: hongkong adalah sebutan untuk makanan ote-ote di Bondowoso

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan Jingga