Kawin Lagi

Ibu telah bercerai dengan ayah saat aku masih duduk di bangku TK. Saat itu aku belum mengerti apa yang membuat mereka berpisah. Pada akhirnya beberapa tahun setelahnya aku tahu semua karena ayah berselingkuh dan dia menikahi perempuan itu yang kini aku panggil sebagai mami. Di pernikahan keduanya, ayah memiliki dua orang anak laki-laki kembar dan aku sangat menyayangi mereka. 


Berbeda dengan ayah, ibu baru menikah lagi saat aku berusia sepuluh tahun. Bapak, begitu aku memanggilnya. Di pernikahannya ini, ibu memiliki anak perempuan cantik bernama Nesya. Bapak adalah sosok yang sangat baik dan begitu perhatian kepadaku seperti anak kandungnya. Tapi aku tak lama merasakan kasih sayang itu. Gagal ginjal yang dideritanya membuat ia semakin lemah lalu ia meninggal lima tahun setelah menikahi ibu. 


Hari ini, Nesya berulang tahun yang kedelapan. Aku menjemputnya dari tempat lesnya. Sengaja aku luangkan waktu meski akhir-akhir ini aku begitu sibuk try out persiapan ujian masuk perguruan tinggi. Sebuah kue tar cantik aku bawa pulang sambil menjemput Nesya. Dia begitu bahagia dan ingin segera sampai di rumah untuk dimakan bersama ibu. 


Di rumah, ibu sudah menunggu kami bersama seorang laki-laki di sampingnya. Aku begitu kaget saat ibu memperkenalkannya sebagai calon suami. Tak seperti dulu, kali ini aku tak setuju. Tak peduli seberapa baiknya laki-laki itu, aku tetap tak ingin ibu menikah dengannya karena ia adalah ayah Farah, kekasihku dan kami baru jadian sebulan yang lalu. 


Republik Kopi, 23 Desember 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan Jingga