Nyaris
Sudah lebih dari tiga puluh lima menit Rika melihat pemandangan jalan tol Probolinggo - Surabaya dari dalam Innova. Siang yang begitu terik di jalan beraspal panjang itu menciptakan fatamorgana yang terlihat seperti air berlimpah. Struktur jalan yang kadang naik turun, membuat perut Rika yang terasa penuh semakin tak karuan.
Rika tak bisa duduk dengan tenang. Dinginnya AC membuat tubuhnya semakin gemetar. Entah berapa kali ia memperbaiki posisi dan merapatkan kedua pantatnya hingga duduknya semakin rapat. Ia juga memeluk erat boneka boba besar lalu duduk miring coba ia lakukan dan ternyata semua terasa lebih nyaman. Calon Ibu mertua yang duduk di sampingnya bertanya apa ada masalah. Rika menjawab semua baik-baik saja lalu dia kembali melihat ke luar jendela, berharap bisa mengendalikan diri.
Rika tak mengirim pesan kepada Rois, kekasihnya karena dia anggap percuma, Rois sibuk menyetir di depan sana. Tubuh Rika semakin bergetar. Ia tak lagi memeluk boneka tapi beralih memegang erat sisi-sisi kursi. Dia serasa tak mampu menahannya lagi. Wajahnya memerah. Emosi di dalam hatinya serasa akan meledak. Dia ingin berteriak.
Di kursi kemudi, Rois melihat ada rest area. Seolah bisa membaca isi hati Rika, Rois membelokkan kendaraannya ke sana. Rika pun segera keluar mobil, meregangkan tubuhnya sambil berjalan menjauh, lalu "Bruuuut!" Betapa leganya. Akhirnya kentut yang ditahan bisa dilepas juga.
Bondowoso, 1 Desember 2021
#TantanganMenulis30hari
#HariKeduapuluhempat
Komentar
Posting Komentar