Bukan Stan Pameran (Pentigraf)

Pagi itu saat Surti sedang asyik membantu sang ibu membuat sarapan, tiba-tiba saja gas habis. Surti pun menawarkan diri untuk membeli tabung melon itu di toko bu Yoyok yang jaraknya dua ratus meter dari rumahnya. Sebenarnya dalam hati Surti ada rasa enggan untuk berbelanja di toko itu mengingat sang pemilik selalu saja melontarkan kata-kata sindiran kepadanya dan sang ibu setelah sebelumnya Surti menolak lamaran anak wanita yang suka memamerkan juntaian perhiasan emas di leher dan tangannya itu. Sebagian besar perempuan di desa Surti memang tak sampai lulus SMP atau maksimal lulus SMA lalu langsung menikah. Pikiran itu tak ada di benak Surti sehingga ia dan keluarganya menolak lamaran anak bu Yoyok. Tapi apa boleh buat, hanya toko bu Yoyok lah yang terdekat di tempat tinggalnya yang berada di pelosok desa terpencil dan ia harus bermental baja setiap kali mendatangi toko itu. 


Benar saja, sesampainya di toko itu kalimat-kalimat pedas terlontar dari bibir bergincu merah cabai bu Yoyok. "Gak harus ngikutin trend zaman lulus SMA terus kuliah. Dih buat apa? Itu anak sulungku nikah sama anak Pak Haji Dayat bisa naik mobil bagus dan perhiasan emasnya rentengan. Yang kuliah noh kayak anak Bu Darsono, lulus cuma jadi guru pesantren di desa sebelah yang gajinya gak seberapa, gak pake gelang emas gede-gede. Hidup kok nyari yang ruwet ya, Yu Sum?" Katanya kepada Yu Sum yang juga sedang berbelanja meski matanya melirik sinis pada Surti. 


Surti diam saja dan segera pulang setelah mendapatkan gas di tangannya. Ia harus bergegas sarapan dan berangkat ke sekolah bersama Lik Muhtar, pamannya yang setiap hari bekerja di kota dan mengajak Surti berangkat bersamanya. Dirinya merasa terlalu berharga untuk melawan ocehan para tetangga. Saat ini ia hanya berfokus pada persiapan berkuliah setelah kemarin mendapat kabar bahagia lolos PKN STAN. Orang tua Surti sangat bersyukur anak mereka diterima di kampus bergengsi itu namun mereka tak membagikan cerita indah ini kepada para tetangga. Sekali lagi itu karena tak umum di masyarakat dan tak semua orang tahu ataupun mau tahu tentang STAN. Yang mereka tahu pasti hanyalah stand pameran di pesta rakyat setiap bulan Agustus di kecamatannya. 


Bondowoso, 22 Januari 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan Jingga