Tak Sanggup Melupakan (Pentigraf)

Sandra berjalan pelan. Sesekali dia berhenti dan melepas sepatunya yang berhak tujuh sentimeter. Mulutnya tak henti-hentinya mengeluh sakit, kakinya lecet karena sepatu baru yang ia kenakan. 


Di ujung koridor kantor ia berhenti, lalu duduk di kursi panjang seorang diri. Ia letakkan tumpukkan berkas yang hendak ia bawa ke gedung sebelah untuk ia serahkan ke pimpinan cabang yang sedang rapat di sana. Sandra hanya ingin istirahat sebentar, melepas sepatunya dan membiarkan goresan luka itu terkena angin. Ia lupa dan sering lupa bahwa sepatu baru selalu menggores kulit kakinya yang sensitif. 


"Kenapa kamu selalu lupa? Tapi kenapa aku tak pernah lupa?" Seorang laki-laki berjongkok memasang plester di kaki Sandra yang terluka. Bayu, teman sekantor yang tak sanggup lupa pada Sandra meski hubungan mereka telah berakhir lebih dari tiga purnama. 


Bondowoso, 12 Januari 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan Jingga