Kado Tak Terduga (Pentigraf)
Niken baru saja menginjakkan kakinya di teras rumah saat ia melihat sekotak paket yang cukup besar tergelatak di atas meja. Ia mulai mengernyitkan dahi, tak merasa berbelanja online meski nama yang tertulis di sana adalah namanya. Nama pengirimnya tak cukup jelas juga, hanya tertulis "Sahabat." Lalu siapa? Ada rasa khawatir benda itu adalah barang mencurigakan seperti bom yang bisa saja meledak secara tiba-tiba, tapi ternyata rasa ingin tahu Niken lebih besar dibandingkan ketakutannya.
Perlahan, Niken membuka paket yang datang di hari ulang tahunnya itu. Kardus cokelat yang cukup tebal dengan banyak sekali lakban. Lapisan kedua merupakan bubble wrap yang cukup menggelembung melindungi produk di dalamnya. Lapisan ketiga adalah kotak tertulis Adidas. Dan benar saja, di dalamnya adalah sepasang sepatu Adidas running boujirun yang diimpikannya beberapa waktu yang lalu. Terdapat sepucuk surat berwarna biru di sampingnya.
"Dear Niken, selamat ulang tahun. Maafin aku ya gak ada di sampingmu di hari spesial gini. Semoga kebahagiaan dan keberuntungan selalu menyertaimu. Semoga cita-citamu untuk menjadi atlet lari di Olimpiade tercapai. Aamiin. Maafin juga ya, belum bisa couple-an sepatunya, ihihi. Nanti kita pake bareng aja sambil lari keliling taman surga. Dari sahabatmu yang penuh cinta, Rosa." Tak terasa bulir-bulir air mata terus mengalir setelah Niken membaca surat itu. Ia lalu mendekap erat sepatu dari sahabatnya yang dengan sengaja memesan kado itu satu bulan sebelum kepergiannya menghadap Sang Kuasa setelah berjuang melawan kanker darah.
Bondowoso, 18 Februari 2022
Komentar
Posting Komentar