Nazar (Pentigraf)
Gontai, Esti mendaki Gunung Ijen dengan sisa tenaga yang ia punya. Bagi sebagian besar orang, menapaki jalan ke kawah Ijen adalah hal yang mudah tapi tidak bagi Esti yang baru saja mengalami cedera kaki akibat terjatuh dari tangga di lantai dua satu bulan yang lalu. Ia memaksakan diri menyusuri jalan terjal itu demi nazar yang ia ucapkan.
Esti berjanji pada diri sendiri untuk mendaki Gunung Ijen jika ia berhasil menjadi juara tiga besar olimpiade bahasa Inggris di kotanya. Sukses, Esti dengan begitu mudahnya menjadi juara pertama karena kemampuan bahasa Inggris yang luar biasa seperti orang asli Eropa. Namun karena terlalu bahagia, dia tak sadar berjingkrak bahagia di dekat tangga setelah pengumuman pemenang lomba. Tubuh Esti menggelundung hingga ke lantai satu. Patah kaki tak terelakkan terjadi. Esti menangis keras, dia benar-benar kesakitan.
Tapi entah mengapa, Esti tetap saja menjalankan nazarnya menuju kawah cantik itu meski tubuhnya sudah berkata tak sanggup. Pijakan kakinya mulai goyah. Dan... Brakkk! Ia terjatuh lagi. Esti berteriak. Sang ibu mendatangi Esti yang tengah tergeletak di bawah ranjang tempat tidurnya. "Loh, kamu mimpi jatuh tah, Nak? Ihihihi. Ayo sekalian aja bangun terus belajar buat ulangan bahasa Inggris besok biar gak dapat nol lagi seperti kemarin." Kata sang ibu sambil tertawa lepas.
Bondowoso, 4 Februari 2022
Komentar
Posting Komentar